Kembang pepasren manah lan jiwo engkang salit kawruh... Bunga penghias hati dan jiwa yang haus akan ilmu.... A flower adorning your hearth and soul that thirsty of knowledge

1/27/2013

Kisah Para Kelinci dan Para Kodok


altSejak para kelinci selalu terancam oleh berbagai bahaya di sekitar mereka, para kelinci jadi putus asa dan mengadakan rapat khusus para kelinci.

“Saudara-saudaraku para kelinci,” kata ketua kelinci. “Kita adalah mahluk yang selalu terancam bahaya…”

“Betuuuuul, betuuuul, betuuuuuul,” sahut kelinci-kelinci lainnya.

“Bahaya selalu mengintai kita setiap hari. Dari bermacam binatang buas, dari burung garuda, dari manusia yang memburu kita!”

“Betuuuuuul, betuuuul, betuuuul,” sahut yang lain.

“Daripada setiap hari dicekam ketakutan…lebih baik kita bunuh diri saja bersama-sama!”

“Mari bunuh diri,”sahut kelinci-kelinci yang lain.

Akhirnya mereka sepakat untuk bunuh diri bersama-sama, dari tebing yag tinggi itu terjun ke kolam, karena merasa bahwa mereka adalah makhluk yang paling menderita.

Di kolam, para kodok sedang asyik bercengkerma duduk di atas daun teratai, atau tepian kolam, menikmati indahnya bulan purnama. Ada yang bernyanyi bersahut-sahutan. Tiba-tiba para kodok terdiam ketika mendengar suara gemuruh datang. Mereka berteriak ketakutan dan berlompatan sembunyi didalam kolam.

Melihat para kodok yang ketakutan atas kedatangan mereka, salah satu dari mereka berkata: “Stop, kawan-kawan. Ternyata masih ada mahluk yang lebih sengsara dari kita. Para kodok itu bahkan takut pada kita! Kita tak perlu bunuh diri!”

“Betuuuuuul, betuuuul, betuuuul,” sahut yang lain, “lebih baik hidup dari pada mati bunuh diri.”
Akhirnya mereka tidak jadi bunuh diri.

Dari cerita di atas menggambarkan bahwa betapapun sengsaranya seseorang yang hidup di dunia ini masih ada yang lebih sengsara. (Alx)


Aesop adalah seorang pendongeng (storyteller) yang hidup di Yunani sekitar 600 tahun sebelum Masehi. Yang istimewa dari Aesop adalah, ia menuangkan kebijakan2 atau kadang kritikan2nya dalam bentuk cerita binatang atau fable. Sumber dari www.erabaru.net




COPYRIGHT © 2013 ARTIKEL PENDIDIKAN
Mengutip atau mengcopy berita di situs ini setidak-tidaknya harus mencantumkan Artikel Pendidikan sebagai sumber berita.

Read More

Kisah Keledai dan Anjing dalam pangkuan


Sementara anjing kesayangan tinggal di dalam rumah, dan benar-benar kesayangan dari tuannya. Ia selalu diajak bermain oleh tuannya, bercanda dan bahkan tidur di pangkuan tuannya. Sementara si keledai banyak yang harus dikerjakan. Harus membajak sawah di siang hari dan menarik roda penggilingan di malam harinya.

alt
Pada suatu saat ada orang yang punya seekor keledai dan anjing kesayangan yang cantik. Keledai tinggal di kandang dan dicukupi dengan jagung dan jerami sebagai makanan kesukaannya. Sebagai keledai, tak ada yang lebih baik dari pada itu.


Keledai sering mengeluh atas nasib buruknya, dan melihat betapa enaknya hidup anjing kesayangan yang hidup penuh kemewahan, membuatya iri hati. Lama-lama ia berpikir, kalau saja ia bersikap seperti anjing kesayangan terhadap tuannya, ia pasti akan disayang juga oleh sang tuan.

Maka pada suatu hari, ia melepaskan diri dari kandang, lalu berlari masuk rumah. Ia mulai bertingkah aneh, berdiri pada dua kakinya, lalu menjilati wajah tuannya seperti anjing kesayangan. Kemudian mengibas-ngibaskan ekor panjangnya dan membuat meja makan berantakan dan piring gelas pecah.

Melihat sang tuan dalam bahaya, para pelayan lalu mengusir keledai yang menindih sang tuan dengan kedua kaki depannya, lalu memukulinya dangan tongkat dan cemeti berkali-kali sampai ia tak bisa bangun. Lalu dalam keadaan terkulai lemas, keledai berkata: “Bodohnya aku! Kenapa aku tidak puas dengan diriku sendiri, kenapa aku harus meniru perilaku anjing kesayangan itu. Huh, lagipula hanya seekor anjing saja, apa bagusnya?”

Cerita di atas menggambarkan bahwa sifat iri hati seseorang akhirnya hanya akan membuat sengsara diri sendiri. (alx)

Aesop adalah seorang pendongeng (storyteller) yang hidup di Yunani sekitar 600 tahun sebelum Masehi. Yang istimewa dari Aesop adalah, ia menuangkan kebijakan-kebijakan atau kadang kritikan-kritikannya dalam bentuk cerita binatang atau fable. Sumber dari www.erabaru.net




COPYRIGHT © 2013 ARTIKEL PENDIDIKAN
Mengutip atau mengcopy berita di situs ini setidak-tidaknya harus mencantumkan Artikel Pendidikan sebagai sumber berita.

Read More

Kisah Kampak Si Penebang Kayu

Kampak sangat penting artinya bagi seorang penebang pohon. Tanpa alat ini, ia tak bisa bekerja. Dan kalau tak bisa bekerja, ia akan kehilangan mata pencaharian. Apa yang akan terjadi bila seorang penebang pohon kehilangan mata pencahariannya?


alt  
Penebang pohon sedang menebang pohon besar dengan kampaknya yang besar di pinggir sungai.  Ada seorang kaya yang memesan pohon besar itu
untuk dibuat rumah.

Dengan itu ia akan mendapat upah yang besar. Ia bersyukur karena isterinya sudah kehabisan beras, dan perlu membeli susu untuk bayinya yang masih kecil. Ingat anaknya, ia lalu bersemangat mengayun kampaknya.

 Ia harus menyelesaikan pekerjaannya hari ini, dan memotong-motongnya sesuai ukuran masing-masing. Ia membayangkan setelah selesai nanti ia akan menerima bayaran yang cukup untuk beli beras dan susu untuk satu bulan!
 
Tiba-tiba… blang!...kampak itu terlepas dari genggaman tangannya, dan bum! Kampak terlempar jatuh ke  sungai dan masuk ke dalam air yang dalam.
 
Si penebang pohon duduk di pinggir sungai dengan sedih. Tak mungkin ia masuk sungai itu. Selain airnya deras dan dalam, sungai itu juga banyak buayanya.

Kehilangan kampak, bagaimana ia bisa menyelesaikan penebangan pohon itu. Dan  tanpa penyelesaian kerjanya, bagaimana ia akan mendapat bayaran? Dan tanpa uang bayaran, bagaimana mungkin ia membeli beras dan susu untuk anaknya?
 
Penebang pohon menangis sedih di pinggir sungai. Mercurius, dewa penjaga sungai yang bersemayam di dasar sungai, muncul ke permukaan dan bertanya: “Hai penebang pohon, kenapa kau menangis sedih?”
 
Penebang pohon lalu menceritakan perihal kampaknya yang jatuh tenggelam ke dasar sungai. Mendengar itu Mercurius lalu masuk ke dalam sungai, dan sebentar kemudian muncul kembali, membawa sebuah kampak emas.

“Apakah ini kampakmu yang tenggelam itu?” tanya Mercurius.

Penebang pohon menggeleng sedih. “Bukan,” jawabnya. “Itu bukan kapakku.”

Mercrius masuk kembali ke dalam sungai, dan keluar dengan kampak perak. Lagi ia bertanya kepada penebang pohon.

“Ini kampakmu?” tanya Mercurius.

Lagi-lagi penebang pohon menggeleng sedih.

“Bukan, itu bukan kampakku,” jawabnya.

Mercurius masuk kembali ke dalam air. Lalu muncul lagi dengan kampak besi.

Serta merta penebang pohon kegirangan.

“Nha, itu kampakku! Itu kampakku! Bolehkah aku minta kembali?”
 
Mercurius dengan senang hati memberikan kampak si penebang pohon. Ia juga sangat terkesan dengan kejujuran si penebang pohon. Ia sama sekali tidak tergiur dengan kampak emas dan kampak perak karena bukan miliknya.

Mercurius lalu menghadiahinya dengan kampak emas dan kampak perak sekaligus.
 
Ia ceritakan pengalamannya kepada temannya, sesama penebang pohon.

“Aku akan coba peruntunganku,” pikir temannya. Ia melakukan yang sama
seperti si penebang pohon. Ia pura-pura menebang pohon, dan sengaja menjatuhkan kampaknya sampai tenggelam masuk ke dasar sungai. Lalu pura-pura menangis di pinggir sungai.
 
Tak lama kemudian Mercurius muncul, dan bertanya apa yang terjadi.

“Kampakku jatuh tenggelam ke dasar sungai,” katanya pura2 sedih.

Mercurius segera masuk ke dalam sungai, dan muncul kembali dengan kampak emas.

“Apa ini kampakmu?” tanya Mercurius.

“Betul, betul! Itu kampakku yang tenggelam ke dasar sungai,” teriaknya sambil berusaha merebut kampak itu dari tangan Mercurius. Tentu saja Mercurius lebih sigap menghindar.

“Kamu pembohong!” kata Mercurius sambil masuk ke sungai dengan kampak emasnya.

Si pembohong pun gigit jari. Bukan saja ia tidak mendapatkan kampak emas, ia juga kehilangan kampak yang ia jatuhkan ke dasar sungai.
 
Akan halnya si penebang pohon yang pertama, ia jual kampak emasnya, uangnya dipakai sebagai modal usaha. Ia kini jadi pedagang yang kaya dan tetap jujur. Dari kisaha ini diintisarikan bahwa “Jujur itu paling baik”. (Alex)

Aesop adalah seorang pendongeng (storyteller) yang hidup di Yunani sekitar 600 tahun sebelum Masehi. Yang istimewa dari Aesop adalah, ia menuangkan kebijakannya atau kadang kritikannya dalam bentuk cerita binatang atau fabel.Sumber dari www.erabaru.net




COPYRIGHT © 2013 ARTIKEL PENDIDIKAN
Mengutip atau mengcopy berita di situs ini setidak-tidaknya harus mencantumkan Artikel Pendidikan sebagai sumber berita.

Read More

Kisah Tikus Kota dan Tikus Desa


Seekor tikus kota suatu saat mengunjungi kerabatnya yang tinggal di desa. Untuk makan siang, tikus desa menyajikan tangkai gandum, akar-akaran, dan biji-bijian, dengan sedikit air dingin untuk diminum. Tikus kota makan sangat hemat, menggigit ini sedikit dan itu sedikit, dari sikapnya terlihat jelas bahwa ia makan hanya untuk bersikap sopan.
Setelah makan tikus kota berbicara tentang hidupnya di kota sedangkan tikus desa mendengarkan. Mereka kemudian berisitrahat di sebuah sarang di pagar tanaman dan tidur dengan tenang dan nyaman sampai pagi. Dalam tidurnya tikus desa bermimpi dengan semua kemewahan dan kesenangan kehidupan kota yang diceritakan oleh tikus kota. Jadi keesokan harinya ketika tikus kota meminta tikus desa untuk mencoba hidup di kota, ia dengan senang hati mengiyakan.

Tikus Kota dan Tikus DesaKetika mereka sampai di rumah di mana tikus kota tinggal, mereka menemukan di meja ruang makan, terhampar sisa-sisa dari pesta yang sangat mewah. Ada daging manis dan enak, kue kering, keju lezat, memang, makanan yang paling menggiurkan yang bisa dibayangkan seekor tikus. Tapi ketika tikus desa hendak menggigit sedikit remah kue, ia mendengar Kucing mengeong dengan keras dan mencakar di pintu. Dalam ketakutan yang sangat besar, kedua tikus bergegas lari ke tempat persembunyian, dimana mereka berbaring diam untuk waktu yang lama, dengan jantung berdebar kencang, hampir tidak berani bernapas. Ketika akhirnya mereka berani kembali ke meja, tiba-tiba pintu terbuka dan muncul pelayan untuk membersihkan meja, diikuti oleh Anjing penjaga rumah.
Sejurus kemudian, tikus desa mengambil tas dan payungnya, keluar dari sarang tikus kota dan berkata, “Kamu mungkin bisa makan enak dan lezat disini sementara saya tidak, tapi saya lebih suka makanan sederhana dan hidup aman tanpa ketakutan di desa.”
Moral dari kisah ini: Kemiskinan dengan keamanan yang lebih baik daripada kaya di tengah-tengah ketakutan dan ketidakpastian.(Erabaru/snd)

Kisah ini adalah bagian dari Seri Dongeng Aesop
Aesop adalah seorang pendongeng yang konon hidup 600 tahun sebelum Masehi. Dongeng-dongengnya selalu mengajarkan kebaikan atau kebijakan untuk manusia. Sumber dari www.erabaru.net

Read More

Kisah Burung Merpati dan Semut

Seekor Semut sedang merayap diatas pohon, ketika tiba-tiba berhenti. "Saya hauuuus!“ katanya nyaring. "Tuh, disana ada sungai. Kau bisa cari minum disana. Sungainya tak jauh dari sini,“ kata burung Merpati yang hinggap di sebuah ranting tak jauh dari situ.

"Tapi hati-hati ya, jangan sampai kecebur ke sungai,“ Semut bergegas menuju sungai dan minum air sepuasnya.

Tiba-tiba angin bertiup kencang dan menjatuhkan Semut ke sungai. "Tolooooong!“ Semut berteriak, "Saya tenggelam!”

Merpati tahu harus bertindak cepat untuk menolong Semut. Dengan paruhnya ia patahkan sebuah ranting pohon beserta daunnya, lalu membawanya terbang di atas sungai dan menjatuhkannya untuk Semut.

Semut memanjat ranting itu dan berenang ke tepian. Tak lama setelah peristiwa itu, Semut melihat seorang pemburu. Ia sedang memasang perangkap untuk menangkap burung Merpati. Burung Merpati sedang terbang menuju perangkap. Semut tahu bahwa harus bertindak cepat untuk menyelamatkan burung Merpati.

Semut membuka mulutnya lebar-lebar dan menggigit kuat-kuat kaki pemburu yang telanjang. “Aduuhh!” teriak si Pemburu kaget. Merpati mendengar teriakan Pemburu segera terbang menjauh.

Cerita di atas menunjukkan bahwa satu perbuatan baik akan membuahkan perbuatan baik lainnya.
Kisah ini adalah bagian dari Seri Dongeng Aesop
Aesop adalah seorang pendongeng yang konon hidup 600 tahun sebelum Masehi. Dongeng-dongengnya selalu mengajarkan kebaikan atau kebijakan untuk manusia.

Sumber dari www.erabaru.com





COPYRIGHT © 2013 ARTIKEL PENDIDIKAN
Mengutip atau mengcopy berita di situs ini setidak-tidaknya harus mencantumkan Artikel Pendidikan sebagai sumber berita.





Read More

Kisah Burung Hantu dan Belalang

Burung Hantu dan Belalang
Burung hantu selalu tidur di siang hari. Setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit dan perlahan-lahan bayangan naik dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru "hoo-hoo-hoo-oo-oo" bergema melalui kayu yang rimbun dan ia mulai berburu  serangga, kumbang, katak dan tikus sebagai makanan kesukaannya.

Saat ini ada seekor  burung hantu tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua, belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga.  Burung hantu tua menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela.
"Pergi dari sini, tuan," katanya kepada belalang tersebut. "Apakah Anda tidak memiliki sopan santun? Anda setidaknya harus menghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang! "

Tapi Belalang menjawab dengan kasar bahwa adalah juga haknya di tempat ini saat matahari bersinar sama di pohon tua. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu berisik yang menjadi-jadi.

Burung hantu tua yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini. Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang. Akhirnya dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangat ramah kepadanya.
 "Tuan yang baik hati," katanya, "jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda.  Tapi saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus,  saya kira merupakan minuman Apollo sebelum ia menyanyi untuk para dewa tinggi. Silahkan datang dan rasakan minuman lezat ini dengan saya. Saya tahu itu akan membuat Anda bernyanyi seperti Apollo . "
 Belalang bodoh itu terhanyut oleh kata-kata sanjungan burung hantu. Akhirnya dia melompat ke sarang burung hantu, begitu belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, ia menerkam dan memakannya.


Makna dari kisah ini: Pujian terkadang bukanlah bukti kagum yang sesungguhnya. Jangan biarkan pujian melambungkan Anda sehingga lengah melawan musuh.
Kisah ini adalah bagian dari Seri Dongeng Aesop
Aesop adalah seorang pendongeng yang konon hidup 600 tahun sebelum Masehi. Dongeng-dongengnya selalu mengajarkan kebaikan atau kebijakan untuk manusia.

Sumber dari www.erabaru.com




COPYRIGHT © 2013 ARTIKEL PENDIDIKAN
Mengutip atau mengcopy berita di situs ini setidak-tidaknya harus mencantumkan Artikel Pendidikan sebagai sumber berita.

Read More

Bagaimana Otak Kita Bekerja ?


4 Kunci Rahasia Bagaimana Otak Bekerja
Barangkali Anda sudah pernah mendengar anekdot ini. Alkisah, di sebuah pameran International Neurology Expo di Singapore dijual replika otak asli orang Indonesia, Jepang dan Amerika. Dalam daftar harga, tertera otak manusia Indonesia berharga paling mahal. Salah seorang pengunjung dari tanah air, dengan penasaran dan setengah bangga bertanya, kenapa otak orang Indonesia harganya paling mahal. Karena jarang dipakai, begitu jawaban sang penjaga stan.
Anekdot itu terngiang kembali di otak saya ketika minggu lalu saya membaca sebuah buku bertajuk Brain Rules : Principles for Thriving at Work, Home and School. Buku yang ditulis oleh John Medina, salah satu pakar biologi saraf terkemuka asal Amerika ini, berkisah tentang sejumlah aturan bagaimana sesungguhnya otak kita berkerja dan beroperasi. Disini kita hanya mencoba menjenguk empat aturan diantaranya.

Rule 1 : Exercise Does Enhance Your Brain. Ya, berolahraga secara rutin dan melakukan pergerakan yang aktif ternyata memberikan impak yang amat besar bagi kesehatan otak. Dalam buku itu disebutkan, orang yang rajin berolahraga dan aktif bergerak dalam jangka panjang otaknya akan memiliki kemampuan problem solving dan reasoning yang jauh lebih tangguh dibanding mereka yang malas bergerak dan berolahraga.
Itulah mengapa, orang yang malas melakukan olahraga dan seharian hanya duduk didepan cubicle sambil melototin layar komputer otaknya bisa pelan-pelan tumpul dan cepat pikun kelak ketika berusia lanjut. Ini persis seperti minggu lalu ketika saya berkunjung ke salah satu teman ayah saya yang baru berusia 60-an tahun. Opa satu ini sejak muda nyaris tak pernah olahraga, demikian juga setelah pensiun. Jadi ia tak lagi mengenali saya ketika saya datang bertandang ke rumahnya yang asri di Bintaro. Dan ketika saya kebelet ingin buang air kecil serta bertanya, Om di mana kamar mandinya; dia mendadak kebingungan sambil celingukan, dimana ya kamar mandinya (duh !).
Anda tidak ingin tulalit seperti itu kan? So, do exercise every single morning. Rasakan kesegaran udara di pagi hari, dan jangan pernah biarkan otak Anda mati sebelum waktunya.

Rule 2 : Multitasking is a myth. Multitasking itu hanyalah mitos. Sebab, menurut John Medina, otak kita bekerja dengan cara sekuensial (ber-urutan) dan tidak pernah bisa dipaksa bekerja secara paralel. Itulah mengapa, mengemudikan mobil sambi berhaha-hihi via ponsel langsung meningkatkan resiko kecelakaan hingga 9 kali lipat. Dan itulah mengapa, melakukan penyelesaian tugas sambil berkali-kali mendapatkan interupsi akan menghasilkan kualitas kerja 50 % lebih buruk dan 50 % lebih lamban.
Jadi kalau selama ini Anda rajin melakukan multitasking – misalnya menyelesaikan laporan sambil tengak-tengok status via Facebook; resiko kelambanan kerja dan penurunan akurasi laporan akan kian meningkat secara dramatis. Karena itu, usahakanlah agar selalu mengerjakan tugas secara fokus dan bertahap serta semuanya digarap secara sistematis.

Rule 3 : Ten Minutes Attention Span. Medina bilang, ketika mendengarkan presentasi, ceramah, kuliah, atau mendengarkan orang lain ngecap, otak kita ternyata hanya bertahan untuk menaruh atensi maksimal 10 menit. Setelah itu, konsentrasi kita untuk mendengarkan/ menyimak turun secara signifikan. Jadi kalau ada orang yang nyerocos memberikan ceramah atau presentasi tanpa henti selama lebih dari 30 menit, maka hanya kesia-siaan yang akan diperoleh. Sebab, otak para audiens tak akan pernah bisa lagi menangkap isi informasi secara optimal.
So, kelak jika Anda mendapat kesempatan presentasi atau memberikan informasi; lakukanlah small break setelah 10 menit. Break ini bisa berupa menyilakan audiens untuk bertanya; atau menyelinginya dengan intermezo, atau menyampaikan kisah insiratif plus sekedar anekdot. Dengan ini, maka konsentrasi para audiens akan bisa kembali terpelihara.

Rule 4 atau yang terakhir adalah ini: classroom and cubicle are brain destroyers. Ya, ternyata ada dua lingkungan yang menurut Medina paling brutal membunuh daya kreasi otak kita. Dua lingkungan itu adalah : ruang kelas perkuliahan/sekolah dan ruang cubicle perkantoran.
Ruang kelas yang isinya melulu ceramah oleh dosen/guru yang monoton, satu arah dan acap membosankan, ternyata justru membuat otak kita terpasung mati (!). Ruang cubicle kantor yang membuat Anda tidak banyak bergerak secara aktif, tersekat-sekat, dan hanya memaksa Anda untuk melakukan tugas repetitif juga berpotensi menumpulkan otak Anda.
Jadi bayangkanlah : selama bertahun-tahun (lebih dari 15 tahun!) kita menghabiskan waktu kita di ruang kelas yang monoton nan membosankan. Dan kini, ketika kita bekerja, kita kembali disekap bertahun-tahun dalam ruang cubicle yang juga tidak banyak menawarkan ruang kreasi secara optimal. Dengan kata lain, selama puluhan tahun otak kita dikunci dalam dua lingkungan statis itu, dan jarang dipakai secara maksimal.
Jadi sungguh tak heran, kenapa otak kita harganya paling mahal……..
Resouce: strategimanagemen.net 



COPYRIGHT © 2013 ARTIKEL PENDIDIKAN
Mengutip atau mengcopy berita di situs ini setidak-tidaknya harus mencantumkan Artikel Pendidikan sebagai sumber berita.




Read More

Panduan Cepat Hamil

Hosting Murah

Hosting Indonesia

Featured Video

Tag Cloud

Mendulang Dolar Dengan Bisnis Internet

Featured Content

Pages

Recent Comments

.
Diberdayakan oleh Blogger.

Buscar

© Bunga-Bunga Inspirasi, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena